Berdasarkan kalender pendidikan dan program kerja Bidang Kesiswaan tahun pelajaran 2026/ 2027, Kamis, 22 Oktober 2026 SMA Negeri 1 Cangkringan menyelenggarakan kegiatan Pembelajaran Luar Sekolah ( PLS ) bagi seluruh peserta didik  kelas X.  Kegiatan tersebut diikuti oleh 143 peserta didik dan didampingi oleh delapan pendamping Guru dan TAS.

Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawasan dan pengetahuan peserta didik  melalui pembelajaran secara langsung diluar lingkungan sekolah, khususnya dalam bidang pendidikan kesehatan, sejarah kepresidenan, serta budaya dan kearifan lokal Yogyakarta. Mengusung tema “Jelajah Edukasi dan Budaya Yogyakarta: Mengenal Dunia Kesehatan, Sejarah Kepresidenan, serta Kearifan Lokal untuk Membentuk Generasi Muda Berwawasan dan Berkarakter”, kegiatan ini dilaksanakan di tiga lokasi edukatif, yaitu Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta, Gedung Agung atau Istana Kepresidenan Yogyakarta, dan Pasar Beringharjo Yogyakarta.

Kunjungan pertama di Politeknik Kesehatan Karya Husada Yogyakarta diarahkan untuk memperkenalkan peserta didik  pada dunia pendidikan kesehatan, termasuk wawasan mengenai bidang keilmuan kesehatan dan peluang pendidikan lanjutan. Melalui kunjungan ini, peserta didik  diharapkan dapat mengenal lebih dekat lingkungan pendidikan tinggi serta memperoleh gambaran mengenai pilihan studi dan profesi di bidang kesehatan.

Selanjutnya, peserta didik  mengunjungi Gedung Agung atau Istana Kepresidenan Yogyakarta untuk mengenal nilai sejarah dan peran istana dalam perjalanan pemerintahan Indonesia. Kunjungan ini menjadi sarana pembelajaran kontekstual agar peserta didik semakin memahami sejarah bangsa, menghargai peninggalan sejarah, serta menumbuhkan rasa cinta tanah air. Destinasi berikutnya adalah Pasar Beringharjo Yogyakarta. Di lokasi ini, peserta didik  berkesempatan mengenal kehidupan ekonomi masyarakat, aktivitas perdagangan tradisional, serta kekayaan budaya lokal yang menjadi bagian dari identitas Yogyakarta.

Kunjungan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi terhadap kearifan lokal, keberagaman produk daerah, dan peran pasar tradisional dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Kegiatan Pembelajaran Luar Sekolah ini diikuti oleh seluruh peserta didik kelas X dengan pengecualian bagi peserta didik yang berhalangan karena sakit atau memiliki kepentingan tertentu yang tidak dapat ditinggalkan. Sebanyak delapan pendamping turut mendampingi pelaksanaan kegiatan, yaitu Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan Ibu Yudha Prasetyanti, S.Pd., Pembina OSIS, Pembina UKS, staf tata usaha, serta wali kelas XA, XB, XC, dan XD.

Sebagai bagian dari proses pembelajaran, setiap siswa diminta menyusun jurnal kegiatan secara tulis tangan yang memuat aktivitas, pengalaman, dan pengetahuan yang diperoleh selama kunjungan di setiap lokasi. Selain itu, peserta didik  juga diwajibkan menyusun laporan hasil Pembelajaran Luar Sekolah sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik sekaligus sarana refleksi atas pengalaman belajar yang telah dilaksanakan. Batas akhir pengumpulan laporan ditetapkan pada 29 Oktober 2026.

Melalui kegiatan yang dilaksanakan secara rutin setiap tahun ini, SMA Negeri 1 Cangkringan berupaya menghadirkan pengalaman belajar yang lebih kontekstual, bermakna, dan relevan dengan kehidupan nyata. Pembelajaran tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas, tetapi juga melalui pengamatan langsung terhadap lingkungan pendidikan, situs bersejarah, dan kehidupan sosial budaya masyarakat.

Diharapkan, kegiatan Pembelajaran Luar Sekolah ini dapat memperkaya pengetahuan siswa, membantu mereka mengenali peluang pendidikan dan karier, menumbuhkan kesadaran sejarah, serta meningkatkan kepedulian terhadap budaya dan kearifan lokal. Dengan demikian, siswa SMA Negeri 1 Cangkringan diharapkan tumbuh menjadi generasi muda yang berkarakter, berbudaya, berwawasan luas, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Tim Website – Humas 2026