SMA Negeri 1 Cangkringan kembali mendapatkan kesempatan dalam bidang inovasi pendidikan berbasis teknologi. Melalui proposal berjudul “Green Power Control: Teknologi IoT untuk Efisiensi Energi di Sekolah Adiwiyata” yang disusun oleh Sunartri, S.Pd., Guru Kimia, sekolah ini berhasil lolos sebagai penerima program pendampingan sekaligus bantuan pendanaan peralatan dari Fakultas Teknologi Industri Universitas Islam Indonesia, khususnya Jurusan Teknik Elektro.

Program ini merupakan bentuk komitmen perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan pendidikan berbasis teknologi di sekolah, khususnya dalam penerapan Internet of Things (IoT). Dari berbagai proposal yang masuk dari guru TIK dan MIPA se-Daerah Istimewa Yogyakarta, SMA Negeri 1 Cangkringan menjadi salah satu sekolah terpilih yang dinilai memiliki ide inovatif, aplikatif, dan berdampak langsung terhadap lingkungan sekolah.

Proposal yang diusung menghadirkan konsep pemanfaatan energi terbarukan melalui panel surya yang diintegrasikan dengan sistem IoT untuk mengontrol penerangan gerbang utama sekolah secara otomatis. Inovasi ini tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan efisiensi energi, tetapi juga mendukung program Sekolah Adiwiyata dalam menciptakan lingkungan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, SMA Negeri 1 Cangkringan akan mendapatkan pendampingan langsung dari tim dosen Jurusan Teknik Elektro UII, yaitu Dr. Ir. Wahyudi Budi Pramono dan Iftitah Imawati. Kegiatan pendampingan ini direncanakan akan dilaksanakan pada bulan April, sebagai tahap awal implementasi program di sekolah.

Selain pendampingan, sekolah juga memperoleh dukungan berupa pendanaan peralatan untuk merealisasikan proyek tersebut, sehingga diharapkan inovasi ini dapat segera diimplementasikan secara nyata di lingkungan sekolah.

Bimo Susetyo,M.Si.,M.Pd. selaku Kepala sekolah menyampaikan apresiasi dan rasa bangga atas capaian ini. “Keberhasilan ini menjadi langkah awal bagi SMA Negeri 1 Cangkringan untuk terus berinovasi, khususnya dalam mengintegrasikan teknologi dengan kepedulian terhadap lingkungan. Harapannya, program ini juga dapat menjadi media pembelajaran nyata bagi siswa,” ungkapnya.

Program ini juga diharapkan dapat memberikan pengalaman langsung bagi siswa dalam mempelajari teknologi IoT, energi terbarukan, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, siswa tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik nyata yang relevan dengan perkembangan zaman.

Kedepan, SMA Negeri 1 Cangkringan berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi berbasis teknologi dan lingkungan, serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perguruan tinggi, dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan.