Sesuai surat edaran dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta nomor: B/200.1.3.1/1164/B7 tertanggal 16 Juli 2026 tentang Penanganan Kenakalan Anak Usia Sekolah yang Berujung pada Tindak Pidana di Ruang Publik serta Penanganan Anak Kenakalan Usia Sekolah yang Berujung pada Tindak Pidana di Ruang Publik dalam hal Pembinaan Wawasan Kebangsaan dan Karakter terutama Pelajar Generasi Muda.

Sehubungan dengan hal tersebutpada hari  Senin, 20 Juli 2026  di SMA Negeri 1 Cangkringan dilaksanakan upacara bendera. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Lapangan Upacara SMANCA pukul 07.00 – 07.45 WIB diikuti oleh seluruh warga sekolah baik Guru,TAS,Jajaran dari Polsek Cangkringan, serta peserta didik. Dalam upacara tersebut petugasnya kelas XII-A dan menghadirkan AKP Sri Pujo,S.H. selaku Kapolsek Cangkringan sebagai Pembina upacara.

Dalam kesempatan tersebut AKP Sri Pujo,S.H. selaku Kapolsek Cangkringan  membacakan amanat upacara dari Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Hamangkubuwono X. Amanat upacara berisi Kenyataan di hadapan kita yang menampar kesadaran Bersama: kenakalan anak usia sekolah telah melampaui pelanggaran disiplin biasa. Ada yang membawa senjata tajam, ada yang tubuhnya dirusak oleh pil sapi dan minuman oplosan, yang bahkan tak mereka pahami bahayanya.

Karena itulah Pemerintah DIY Bersama apparat keamanan, sekolah, perguruan tinggi, dan keluarga bergandeng tangan membangun Gerakan Bersama melindungi anak-anak kita.Negara hadir untuk melindungi anak-anaknya, namun perlindungan tidak boleh dimaknai sebagai pembiaraan. Terhadap pelanggaran hukum, penegakan akan tegas.

Namun bagi yang tersesat, pintu pembinaan dan pemulihan akan selalu terbuka. Yang kita lawan adalah perilakunya, bukan masa depan anaknya. Mari bersama-sama seluruh siswa SMA dan SMK se-DIY menyatakan komitmen: menolak narkoba dan minuman keras, menolak membawa senjata tajam, menolak segala bentuk kenakalan yang merugikan diri sendiri dan orang lain, serta bertekad menjadi generasi yang berprestasi, berkarakter, dan bermartabat.

“Pulanglah selalu ke rumah yang lampu terasnya menyala menyambut kalian, dan jadilah cahaya itu sendiri bagi orang tua, guru dan Daerah Istimewa Yogyakarta yang kita cintai bersama”. Tim Website – Humas 2026