Selasa, 8 September 2026 jam 09.40 – 11.30 Wib di Masjid Darul Il’mi SMAN 1 Cangkringan dilaksanakan kegiatan Parenting Ortu – Siswa Kelas X tahun pelajaran 2026/ 2027. Kegiatan Parenting kali ini menghadirkan Narasumber Roni Kurniawan,S.Pd.,M.Pd. praktisi pendidikan dari Program Studi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa Yogyakarta.
Kegiatan Parenting tersebut mengambil tema “ Naik Level ke SMA’ Membangun Kebiasaan Baru untuk Tumbuh dan Berprestasi’”. Hadir dalam kegiatan Parenting tersebut selain Orang Tua dan Siswa Kelas X,hadir juga jajaran pengurus komite sekolah.
Acara dimulai tepat pukul 09.40 diawali dengan berdoa yang dipandu oleh Rahmad Budiyono,S.Pd. selaku pembawa acara-moderator. Sambutan Bimo Susetyo,S.Si.,M.Pd. selaku kepala sekolah yang intinya mengucapakan terima kasih dan selamat datang di SMAN 1 Cangkringan, serta mengharapkan setelah kegiatan Parenting sebagai orang tua harus dapat mengasuh, membimbing, mendidik putra-putrinya menjadi lebih mandiri, percaya diri, dan mendorong untuk meraih mimpi besarnya -cita-citanya dalam tantangan hidupnya.
Mujiyana selaku perwakilan komite sekolah mengucapkan terima kasih kepada orang tua siswa kelas X yang telah mendukung program kegiatan sekolah yang baru 2 bulan berjalan ( Juli – Agustus ) yang menggunakan dana komite, baik program yang telah dilaksanakan antara lain SBO-Sain Budaya Olahraga, Tes IQ, Peringatan Hari Besar Agama ( Muslim-Non-Muslim ), maupun kegiatan sekolah yang akan dilaksanakan dalam jangka waktu dekat yakni Asesmen Sumatif Tengah Semester-ASTS-, Latihan Dasar Kepemimpinan ( LDK OSIS,TONTI,DA,ROHIS), Pembelajaran Luar Kelas-PLK-, Foto untuk Kartu Perpustakaan, Kartu Pelajar, Foko Rapor,dll.
Acara inti Parenting dari Roni Kurniawan,S.Pd.,M.Pd. tentang fase naik level dari ketergantungan ke kemandirian/privasi. Gaya mendidik anak yang gaya helikopter-orang tua di kepala anak- dan gaya mercusuar- orang tua berdiri kokoh, memberi kepercayaan pada anak-. Anak memasuki dunia baru masa puberitas akhir dan pencarian jati diri sehingga otak dinamis.
Pola asuh: orang tua harus mulai menjadi teman diskusi dan berhenti mendikte anak, sehingga muncul kebebasan untuk mencari jati diri dalam meraih mimpi besar yang dicita-citakan. Dilanjutkan refleksi bahwa kesuksesan adalah hasil dari kerja keras, ketekunan, kemauan, serta keseriusan dalam meraih mimpi besar cita-citanya ditunjang dengan kolaborasi orang tua dengan anaknya.
Dukung anak raih cita-cita, orang tua selalu setia, guru di sekolah-orang tua di rumah, Bersatu padu, anak pasti juara!!!!!
“Lihatlah gurat lelah di wajah orang tuamu”
“Lihatlah harapan besar di mata anakmu”
Tim Website – Humas 2026
