SMAN 1 Cangkringan menyelenggarakan In House Training (IHT) Pembinaan dan Penguatan Kapasitas Guru-Karyawan Tahun 2026 Selasa–Kamis, 15–17 September 2026 bertempat di Aula SMAN 1 Cangkringan. Kegiatan mengusung tema “Transformasi Pendidikan: Dari Monitoring ke Aksi.” Kegiatan ini diikuti oleh guru dan karyawan SMAN 1 Cangkringan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi, memperkuat budaya kerja, serta mendorong peningkatan kualitas layanan pendidikan di sekolah.
Rangkaian kegiatan dibuka pada Selasa (15/9) dengan sambutan Bimo Susetyo,S.Si.,M.Pd. selaku Kepala SMAN 1 Cangkringan. Dalam sambutannya, Bimo Susetyo menekankan pentingnya kemampuan komunikasi dalam mendukung pelaksanaan tugas guru dan karyawan. Menurutnya, tantangan dalam public speaking bukan hanya kemampuan berbicara, tetapi juga bagaimana pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan tepat oleh audiens.
Hari pertama dilanjutkan dengan pelatihan “Peningkatan Kemampuan Public Speaking untuk Guru dan Karyawan” yang disampaikan oleh Bening Saraswati dari Jogja Belajar, Balai Tekkomdik BTKP DIY. Peserta mendapatkan berbagai tips mengenai persiapan public speaking, pengaturan posisi tubuh, kontak mata, intonasi, penampilan, serta penggunaan bahasa dan humor secara tepat.
Peserta juga diajak memahami pentingnya kemampuan berkomunikasi dalam membangun branding sekolah. Penyampaian berbagai program dan keunggulan sekolah secara baik diharapkan dapat membantu masyarakat mengenal SMAN 1 Cangkringan secara lebih luas.
Pada hari kedua, Rabu (16/9), kegiatan diisi dengan Monitoring dan Pembinaan oleh Kepala Balai Dikmen Kabupaten Sleman, Pariyana, S.Pd., M.T. Materi yang disampaikan mencakup berbagai isu dan kebijakan pendidikan yang berkaitan dengan tugas satuan pendidikan.Salah satu hal yang ditekankan adalah pentingnya sekolah merespons berbagai persoalan berdasarkan data yang akurat.
Data diperlukan agar informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat dipertanggungjawabkan dan menjadi dasar dalam menentukan langkah tindak lanjut. Selain itu, peserta mendapatkan penguatan mengenai pembinaan minat dan bakat peserta didik, persiapan Tes Kemampuan Akademik (TKA), profesionalisme guru dan tenaga kependidikan melalui upskilling dan reskilling, serta pemanfaatan platform Jogja Belajar.
Pembahasan juga mencakup penguatan kebinekaan, pencegahan perundungan dan kekerasan, penggunaan gawai di lingkungan sekolah, serta pentingnya memberikan pendampingan kepada peserta didik yang menghadapi berbagai permasalahan.
Hari ketiga, Kamis (17/9), diisi dengan pengimbasan hasil pelatihan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Satuan Pendidikan. Materi menekankan pentingnya membangun Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN) melalui upaya pencegahan dan penciptaan lingkungan pendidikan yang kondusif. Peserta mendapatkan pemahaman mengenai empat pilar BSAN, yaitu perlindungan spiritual, perlindungan fisik, kesejahteraan psikologis serta keamanan sosiokultural, dan keadaban serta keamanan digital.
Sekolah juga perlu membangun sistem yang memungkinkan warga sekolah melaporkan tindak kekerasan serta memberikan pendampingan yang sesuai. Pengimbasan juga menyoroti pentingnya keterlibatan peserta didik melalui kader sebaya dan program PIK-R sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan sekolah yang aman dan nyaman.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Sosialisasi Penggunaan Learning Management System (LMS) SMAN 1 Cangkringan oleh Pramono, S. Kom selakaku pengelola TI di sekolah. LMS yang telah dikembangkan sejak 2020 tersebut terus dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran, antara lain melalui pengunggahan materi, penugasan, forum dan kuis.
Melalui sosialisasi ini, guru diharapkan mampu mengunggah dan mengelola soal secara mandiri dalam sistem pembelajaran digital sekolah. Tiga hari pelaksanaan IHT menjadi ruang bagi guru dan karyawan SMAN 1 Cangkringan untuk belajar, berbagi pengalaman, melakukan refleksi, serta menyusun langkah nyata dalam menghadapi dinamika pendidikan.
Melalui tema “Transformasi Pendidikan: Dari Monitoring ke Aksi”, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong seluruh warga sekolah untuk tidak berhenti pada proses pemantauan dan evaluasi, tetapi meneruskannya dalam bentuk aksi nyata untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan layanan pendidikan di SMAN 1 Cangkringan.
Tim Website – Humas 2026
